The Waroeng of Raminten, Sajian Kuliner Unik Khas Yogyakarta Ada Disini

The Waroeng of Raminten, Sajian Kuliner Unik Khas Yogyakarta Ada Disini - Apa yang terbayang di benak Anda tentang Yogyakarta, tentunya banyak hal menarik yang bisa Anda lakukan, mulai dari menikmati semua tempat wisata sampai dengan menikmati sajian kuliner lezat, bahkan tidak hanya itu, selain bisa menikmati sajian kuliner, tempat kuliner itu pun juga memberikan sensasi menarik untuk berfoto atau untuk Anda yang ingin membuat konten menarik. Salah satunya adalah The Waroeng of Raminten, tempat ini banyak menyajikan makanan yang enak dan juga tempat kulinernya yang unik.

Sebenarnya terlepas dari nama Kota Yogyakarta, apa yang Anda bayangkan dengan kata Raminten? Untuk Anda yang pernah ke tempat ini, pasti bayangan batik, patung wanita dengan sanggul besar, makanan enak dan unik, pasti menjadi jawaban yang sangat tepat. 

The Waroeng of Raminten Kaliurang, Tempat Makan Unik yang Nyaman

Nama Raminten memang sangat tidak asing di Yogyakarta, kalau Anda pernah berkunjung ke House of Raminten yang ada di Kota Yogyakarta, pasti Anda tidak akan kaget saat mengunjungi tempat makan Raminten lainnya, yaitu The Waroeng of Raminten. Kedua tempat ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati sajian lezat khas Raminten, bahkan tidak hanya dikunjungi, namun mereka rela mengantri untuk bisa menikmati sajian lezat dan unik khas Raminten. 

The Waroeng of Raminten ini berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 15.5, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Yang menarik The Waroeng of Raminten ini adalah cabang dari House of Raminten, dan konsep yang diusung pun sedikit berbeda.

Konsep The Waroeng of Raminten

Cabang Raminten yang satu ini memang menarik, begitu pula kami setelah mengunjungi Kawasan Wisata Ratu Boko. Sengaja kami memilih untuk menikmati makan siang di The Waroeng of Raminten karena suasana yang lebih tenang, ditambah dengan udara sejuk dari Gunung Merapi.

Baca juga: Angkringan unik & artistik, "Kedai Angkringan Margo Mulyo Jogja".

Bangunannya sengaja di konsep khas Jawa dengan bentuk joglo dengan dominasi material kayu. Begitu ke dalam, suasananya bertambah kental ditambah dengan alunan gending Jawa. Yang menarik suasana harum dupa menyelimuti suasana resto, menjadikan suasana resto bertambah syahdu.

Resto ini memang berbeda, apalagi dengan konsep tempat makannya yang didesain dengan dua konsep yang berbeda, pada bangunan utama, Anda bisa menikmati makanan dengan duduk di atas kursi, dan Anda yang ingin menikmati sajian kuliner dengan duduk lesehan, juga disedikan di tempat semacam joglo atau bale di atas kolam.

The Waroeng of Raminten ini memang sangat cocok untuk Anda yang datang dengan rombongan atau pengunjung dengan jumlah banyak. 

Menu Khas Raminten di The Waroeng of Raminten

Sebagai pecinta dan penikmat kuliner tentunya menikmati segala sajian kuliner menjadi hal yang menarik, begitu pula saat datang di restoran yang satu ini. Mungkin Anda yang baru pertama kali datang ke restoran ini akan kanget dengan berbagai pilihan menuanya, nama yang diberikan sangat unik. 

Bahkan saya pun karena penasarannya memesan sajian seperti ayam koteka, tentu kita akan berpikir ayam ini diberikan pelindung seperti koteka yang pernah kita lihat, ternyata tidak ayamnya diletakkan dalam bambu seperti pelindung.

Untuk menu makanan dan minuman, namanya sangat lucu dan mengundang penasaran, seperti kebab kendono kendini, wedang pajimatan, jus ndoro bei, nasgor mendolo polo kromo dan juga berbagai sajian lainnya yang menarik.

Foto-foto The Waroeng of Raminten





The Waroeng of Raminten

  • Lokasi : Jalan Kaliurang Km. 15.5, Kledokan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
  • Jam buka: Pukul 10.00 sampai dengan 23.00 WIB.
  • Nomor reservasi: 0813 3456 0070

Menarik bukan? Itu dia sedikit tulisan pengalaman menikmati sajian kuliner di The Waroeng of Raminten. Semoga sedikit tulisan “The Waroeng of Raminten, Sajian Kuliner Unik Khas Yogyakarta Ada Disini” ini bisa menjadi referensi untuk Anda yang ingin menikmati sajian kuliner di Yogyakarta.

Post a Comment

0 Comments